Tips Agar Otak Tetap Sehat di Hari Tua

8:03 AM
Otak merupakan bagian tubuh paling utama yang bertugas mengatur seluruh fungsi dari tubuh. Karenanya, kesehatan selalu menjadi perhatian utama setiap orang.  Tubuh yang prima bahkan juga bermula dari otak yang sehat. 

Banyak orang menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur dan menjaga berat badan proporsional agar otaknya tetap tajam ketika mereka menua. Namun, ternyata pola hidup sehat saja tidak cukup untuk menjaga daya ingat dan fungsi otak. Otak membutuhkan asupan makanan dan latihan tambahan untuk membuatnya lebih produktif sehingga bisa melawan efek penuaan atau paling tidak mengurangi risiko penurunan kemampuan kognitif. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk mencegah penurunan kemampuan kognitif dan menurunkan risiko gangguan neurologis.

Latih otak Anda. Permainan dan teka-teki yang bersifat mengasah otak bisa membantu menghubungkan bagian otak yang berbeda, sehingga dapat menjaga ketajaman otak. Latihan lain yang menantang kerja dan fungsi otak seperti melakukan aktivitas normal sehari-hari dengan tangan berbeda seperti menggosok gigi atau mengikat rambut dengan tangan kiri.

Lakukan aktivitas yang berbeda setiap harinya. Menjaga ketajaman otak tidak cukup apabila hanya dilakukan dengan berolahraga dan aktivitas fisik rutin. Otak kita membutuhkan tantangan lebih untuk mempertahankan fungsi dan kinerjanya. Cobalah lakukan berbagai aktivitas yang dapat menantang kerja otak dalam cara yang berbeda dari waktu ke waktu. Jangan hanya terpaku pada satu aktivitas yang sama. Anda bisa melakukan olahraga yang berbeda, misalnya seperti mendaki gunung. Aktivitas fisik yang beragam ini sangatlah baik untuk kesehatan otak dan tubuh Anda secara keseluruhan.

Konsumsi makanan yang baik bagi kesehatan otak. Semua orang pastinya mengetahui bahwa diet yang sehat sangat memengaruhi kualitas kesehatan tubuh, namun banyak peneltian menunjukkan bahwa beberapa makanan tertentu bisa memicu penurunan fungsi dan daya ingat otak. Tentunya kita harus berhati-hati memilih makanan. Makanan yang dipercaya paling baik bagi otak yakni makanan dengan kandungan asam omega 3 yang tinggi, DHA dan EPA. Kandungan ini bisa memperkecil risiko dementia dan terbukti mampu meningkatkan fokus dan daya ingat. Kemudian, pastikan Anda menjauhi makanan yang mengandung pemanis buatan dan bumbu tambahan karena bisa meningkatkan produksi glutamat di otak.

Cobalah untuk melakukan hal-hal baru selain olahraga dan latihan fisik. Belajar bahasa asing, bermain musik, dan menghafal puisi bisa menjadi latihan yang baik bagi otak. Dengan melakukan hal baru otak akan lebih aktif.

Berpartisipasi dalam kegiatan sukarela. Kegiatan sukarela terbukti mampu mengatasi dan menurunkan risiko stres serta meningkatkan fungsi kejiwaan seseorang. Penelitian menemukan bahwa kegiatan sukarela (volunteer) juga memiliki kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan dan kesehatan tubuh secara umum. Jadi, dengan kegiatan seperti ini Anda tidak hanya bermanfaat bagi orang lain tapi juga Anda sendiri karena mampu menyokong kesehatan otak dengan cara meningkatkan rasa percaya diri.

Bersosialisasi. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang tidak hidup tanpa berinteraksi aktif dengan orang-orang di sekelilingnya. Berdasarkan studi yang dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan dan Perilaku Sosial, otak membutuhkan berbagai stimulus agar tetap sehat dan tajam. Nah, salah satunya adalah melalui kegiatan-kegiatan sosial. Mereka yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat memang didapati memiliki kemampuan kognitif dan fisik yang lebih baik di hari tuanya daripada mereka yang cenderung menghindari kegiatan sosial.

Jika Anda sudah menerapkan langkah-langkah di atas, pastikan juga Anda menghindari alkohol dan rokok yang tidak hanya berbahaya bagi kesehatan organ vital tapi juga dapat menyebabkan otak menyusut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »