Kenali Berbagai Penyebab Perut Mulas Selama Kehamilan

2:58 PM
Ilustrasi Ibu Hamil
Nyeri perut merupakan salah satu dari beberapa ketidaknyamanan yang sering dikeluhkan oleh wanita selama masa kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun terkadang bisa menjadi pertanda masalah medis serius. Jika Anda merasakan nyeri yang cukup parah atau bersifat persisten, jangan pernah mengabaikannya.

Berikut beberapa penyebab serius nyeri dan ketidaknyamanan pada perut selama kehamilan. Jika Anda merasakan nyeri pada area perut atau disertai oleh pendarahan, demam, menggigil, pusing, ketidaknyaman saat buang air kecil, mual dan muntah atau jika rasa nyeri tidak kunjung membaik setelah dibawa istirahat, segera hubungi dokter Anda.

Kehamilan Ektopik
Sebuah kehamilan ektopik terjadi ketika indung telur yang dibuahi tmbuh di luar rahim, biasanya di dalam salah satu tabung fallopian. Kondisi ini bisa menyebabkan “cramping” dan gejala lainnya pada awal kehamilan. Jika tidak diobati, kehamilan ektopik bisa berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala berikut; nyeri perut, pendarahan atau bintik-bintik pada vagina (bisa berwarna merah atau coklat), rasa nyeri yang bertambah buruk setelah beraktivitas atau ketika buang air besar atau batuk atau disertai rasa nyeri pada bahu. Namun, jika gejala berupa pendarahan hebat atau pertanda syok (seperti detak jantung cepat, pusing, wajah pucat, dan lain-lain), segera hubungi ambulans.

Keguguran
Keguguran yaitu kehilangan kehamilan dalam 20 minggu pertama. Pendarahan pada vagina merupakan gejala pertama kondisi ini, dan biasanya diikuti oleh nyeri pada perut selama beberapa jam hingga beberapa hari kemudian. Pendarahan bisa ringan atau berat. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa bersifat sementara atau persisten, ringan atau tajam, dan bisa terasa seperti nyeri pada pinggang bagian bawah atau tekanan pada pelvic. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda keguguran. Jika Anda merasakan nyeri atau mengalami pendarahan hebat, segera bawa ke dokter.

Persalinan PrematurAnda dikatakan mengalami persalinan prematur jika Anda mulai mengalami kontraksi yang mengakibatkan mulut rahim (serviks) Anda melebar sebelum memasuki minggu 37 kehamilan. Segera hubungi dokter atau bidan jika Anda mengalami gejala berikut pada trimester kedua atau ketika kehamilan (sebelum kandungan berusia 37 minggu):
  • Meningkatnya jumlah cairan vagina atau perubahan pada jenis cairan seperti teksturnya yang berair, menyerupai mukus, atau berdarah (walaupun hanya berwana merah muda atau tinged dengan darah)
  • Pendarahan vagina atau spotting
  • Nyeri perut, menyerupai nyeri menstruasi, atau kontraksi yang terjadi lebih dari lima kali dalam satu jam (meskipun tidak menimbulkan rasa sakit)
  • Meningkatnya tekanan di dalam daerah kewanitaan
  • Nyeri punggung bagian bawah, terutama jika Anda belum pernah mengalami nyeri punggung sebelumnya
Placental Abruption
Merupakan kondisi berbahaya yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Kondisi ini terjadi ketika plasenta terpisah dari rahim, baik sebagian ataupun sepenuhnya, sebelum bayi Anda lahir.
Gejala ambruknya placenta cukup bervariasi. PA bisa menyebabkan pendarahan berat secara tiba-tiba, namun pada kasus lainnya tidak dimulai dengan pendarahan, atau hanya disertai dengan pendarahan ringan. Atau Anda bisa saja melihat cairan berdarah saat ketuban Anda pecah. Gejala lainnya yakni  unterine tenderness, nyeri punggung, kontraksi yang terlalu sering, kontraksi rahim yang terjadi mendadak dan tidak kunjung membaik, serta berkurangnya gerakan bayi di dalam kandungan. Jika gejala ini terjadi pada Anda, segera hubungi dokter.

Pre-eklampsia
Pre-eklampsia adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan perubahan dalam pembuluh darah dan memengaruhi sejumlah organ seperti hati, otak, ginjal, dan plasenta. Anda didiagnosa mengalami pre-eklampsia jika tekanan darah Anda tinggi setelah 20 minggu kehamilan dan ditemukan protein di dalam urin, abnormalitas hati atau ginjal, sakit kepala persisten, atau berubahnya kualitas penglihatan.
Gejalanya meliputi wajah membengkak, nyeri hebat pada perut bagian atas, sakit kepala berat, gangguan penglihatan (penglihatan kabur/ atau munculnya bintik di tengah-tengah visi), mual, muntah, dan pembengkakan mendadak pada kaki atau tumit. Jika Anda mengalami gejala ini, segera hubungi dokter.

Selain yang telah disebutkan di atas ada beberapa penyebab lain dari nyeri perut, namun penyebab ini tidak begitu serius dan darurat. Penyebab tersebut antara lain: infeksi saluran kemih, virus perut, keracunan makanan, appendicitis, hepatitis, dan lain-lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »