Vitamin D tidak sama halnya dengan vitamin lainnya yang bisa diperoleh dari apa yang kita konsumsi. Vitamin D umumnya hanya bisa diperoleh dari paparan sinar matahari. Sangat sedikit sekali makanan, seperti sayur-sayuran misalnya, yang memiliki kandungan vitamin D alami. Akibatnya, kita benar-benar harus menghabiskan waktu yang cukup di bawah sinar matahari agar tubuh bisa memproduksi vitamin D dalam level yang cukup.
Namun, sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang dewasa ini untuk memakai sun block ketika mereka keluar ruangan. Nah, kebiasaan ini berisiko mengakibatkan defisiensi vitamin D. Bagaimana cara memastikannya? Kadar vitamin D dalam tubuh bisa diukur melalui tes darah. Tapi, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot melakukan tes darah. Ada beberapa gejala yang secara alami terjadi dalam tubuh ketika tubuh tadi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, salah satunya vitamin D. Apa saja gejala yang dimaksud? Berikut penjelasannya.
Kulit lebih gelap
Pada mereka yang berkulit gelap, tubuh membutuhkan paparan sinar matahari 10 kali lebih banyak untuk memproduksi vitamin D dibandingkan dengan mereka yang berkulit terang. Kulit kita berfungsi layaknya sunscreen alami bagi tubuh, jadi semakin banyak pigmen kulit, semakin lama waktu yang diperlukan di bawah sinar matahari untuk menghasilkan kadar vitamin D yang memadai. Untuk alasan ini, orang Afrika Amerika berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D.
Sering murung
Paparan sinar matahari memengaruhi produksi hormon Serotonin yang berhubungan dengan suasana hati (mood). Ketika tubuh terpapar sinar matahari, level serotonin yang dihasilkan tubuh akan meningkat, dan sebaliknya. Sebuah penelitian yang berfokus mengevaluasi efek vitamin D terhadap kesehatan mental, dilakukan pada 80 pasien usia lanjut, mendapati bahwa mereka dengan level vitamin D rendah berisiko 11 kali lebih rentan mengalami depresi daripada mereka dengan kadar vitamin D mencukupi.
Berusia 50 tahun atau lebih tua
Ketika kita beranjak tua, tubuh tidak menghasilkan vitamin D dalam level yang mencukupi sebagai akibat dari kurangnya ekposur terhadap sinar matahari. Hal ini juga berpengaruh terhadap kerja ginjal. Ginjal menjadi kurang efektif dalam mengkonversi vitamin D ke dalam bentuk zat yang dibutuhkan tubuh.
Berat badan berlebih (obesitas)
Nah, satu lagi fakta menarik yang perlu kita ketahui mengenai vitamin D. Ternyata, vitamin D juga merupakan vitamin yang menyerupai hormon tubuh dan hanya larut dalam lemak. Secara otomatis, mereka yang memiliki berat badan berlebih atau dengan kata lain memiliki kadar lemak tinggi membutuhkan level vitamin D lebih tinggi daripada mereka yang bertubuh langsing, hal yang sama berlaku bagi mereka yang memiliki berat badan lebih tinggi karena tingginya massa otot.
Tulang terasa nyeri
Kebanyakan pasien yang mengalami rasa nyeri di tulang seringkali disalah diagnosa dengan penyakit fibromialgia atau sindrom kelelahan kronis. Faktanya, nyeri tulang merupakan salah satu dari beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan vitamin D. Jika tubuh tidak mendapatkan vitamin D dalam kadar yang memadai, kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan kecacatan dalam penyerapan kalsium ke dalam matriks kolagen yang selanjutnya akan diserap ke dalam tulang. Akibatnya, tulang akan terasa nyeri.
Kepala berkeringat
Salah satu gejala awal dari defisiensi vitamin D adalah kepala yang berkeringat. Faktanya, kepala berkeringat pada anak-anak disebabkan oleh irritabilitas neuromuskular, yang merupakan gejala dari kekurangan vitamin D dalam tubuh.
Mengalami masalah pencernaan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Hal ini berarti bahwa orang-orang yang memiliki kondisi pencernaan yang memengaruhi fungsi tubuh mereka menyerap lemak akan lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Beberapa kondisi pencernaan yang memengaruhi penyerapan lemak yaitu penyakit Crohn, celiac, sensitivitas gluten non-celiac, dan penyakit inflamasi usus.
Namun, sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang dewasa ini untuk memakai sun block ketika mereka keluar ruangan. Nah, kebiasaan ini berisiko mengakibatkan defisiensi vitamin D. Bagaimana cara memastikannya? Kadar vitamin D dalam tubuh bisa diukur melalui tes darah. Tapi, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot melakukan tes darah. Ada beberapa gejala yang secara alami terjadi dalam tubuh ketika tubuh tadi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, salah satunya vitamin D. Apa saja gejala yang dimaksud? Berikut penjelasannya.
Kulit lebih gelap
Pada mereka yang berkulit gelap, tubuh membutuhkan paparan sinar matahari 10 kali lebih banyak untuk memproduksi vitamin D dibandingkan dengan mereka yang berkulit terang. Kulit kita berfungsi layaknya sunscreen alami bagi tubuh, jadi semakin banyak pigmen kulit, semakin lama waktu yang diperlukan di bawah sinar matahari untuk menghasilkan kadar vitamin D yang memadai. Untuk alasan ini, orang Afrika Amerika berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D.
Sering murung
Paparan sinar matahari memengaruhi produksi hormon Serotonin yang berhubungan dengan suasana hati (mood). Ketika tubuh terpapar sinar matahari, level serotonin yang dihasilkan tubuh akan meningkat, dan sebaliknya. Sebuah penelitian yang berfokus mengevaluasi efek vitamin D terhadap kesehatan mental, dilakukan pada 80 pasien usia lanjut, mendapati bahwa mereka dengan level vitamin D rendah berisiko 11 kali lebih rentan mengalami depresi daripada mereka dengan kadar vitamin D mencukupi.
Berusia 50 tahun atau lebih tua
Ketika kita beranjak tua, tubuh tidak menghasilkan vitamin D dalam level yang mencukupi sebagai akibat dari kurangnya ekposur terhadap sinar matahari. Hal ini juga berpengaruh terhadap kerja ginjal. Ginjal menjadi kurang efektif dalam mengkonversi vitamin D ke dalam bentuk zat yang dibutuhkan tubuh.
Berat badan berlebih (obesitas)
Nah, satu lagi fakta menarik yang perlu kita ketahui mengenai vitamin D. Ternyata, vitamin D juga merupakan vitamin yang menyerupai hormon tubuh dan hanya larut dalam lemak. Secara otomatis, mereka yang memiliki berat badan berlebih atau dengan kata lain memiliki kadar lemak tinggi membutuhkan level vitamin D lebih tinggi daripada mereka yang bertubuh langsing, hal yang sama berlaku bagi mereka yang memiliki berat badan lebih tinggi karena tingginya massa otot.
Tulang terasa nyeri
Kebanyakan pasien yang mengalami rasa nyeri di tulang seringkali disalah diagnosa dengan penyakit fibromialgia atau sindrom kelelahan kronis. Faktanya, nyeri tulang merupakan salah satu dari beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan vitamin D. Jika tubuh tidak mendapatkan vitamin D dalam kadar yang memadai, kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan kecacatan dalam penyerapan kalsium ke dalam matriks kolagen yang selanjutnya akan diserap ke dalam tulang. Akibatnya, tulang akan terasa nyeri.
Kepala berkeringat
Salah satu gejala awal dari defisiensi vitamin D adalah kepala yang berkeringat. Faktanya, kepala berkeringat pada anak-anak disebabkan oleh irritabilitas neuromuskular, yang merupakan gejala dari kekurangan vitamin D dalam tubuh.
Mengalami masalah pencernaan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Hal ini berarti bahwa orang-orang yang memiliki kondisi pencernaan yang memengaruhi fungsi tubuh mereka menyerap lemak akan lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Beberapa kondisi pencernaan yang memengaruhi penyerapan lemak yaitu penyakit Crohn, celiac, sensitivitas gluten non-celiac, dan penyakit inflamasi usus.



