Pola Makan Sehat Selama Kehamilan

3:42 AM
Pola makan yang sehat selama kehamilan bisa dikatakan merupakan kunci perkembangan janin. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu juga menjadi makanan si cabang bayi. Asupan makanan sehat bisa membantu perkembangan bayi di dalam kandungan dan mencegah berbagai komplikasi dan risiko cacat lahir. Nah, bagaimana pola makan yang sehat selama kehamilan?
 
Jangan lupa sarapan
Asupan makanan bagi sang ibu juga merupakan nutrisi bagi cabang bayi. Bayi tidak hanya membutuhkan asupan makanan secara rutin setelah lahir, tetapi juga saat masih dalam kandungan. Asupan makanan yang teratur dan sehat dapat membantu tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Penelitian menemukan bahwa persalinan prematur seringkali terjadi pada wanita yang melewatkan sarapan selama kehamilan. Selain berisiko mengakibatkan kelahiran prematur, melewatkan sarapan selama kehamilan juga dapat menempatkan bayi Anda pada risiko cacat lahir.
Nah, jadi sarapan sangatlah penting bagi tumbuh kembang bayi Anda. Namun, jenis sarapan seperti apa yang baik? Dokter menyarankan sarapan sereal dengan buah selama kehamilan. Sereal yang kaya akan nutrisi seperti zat besi atau kalsium baik bagi perkembangan bayi. Jika Anda belum terbiasa dengan sereal di pagi hari, cobalah mulai dengan roti gandum, telur mata sapi, yogurt, atau makanan ringan seperti crackers.

Mengonsumsi makanan kaya serat
Makanan tinggi serat dapat membantu kinerja sistem pencernaan pada wanita selama masa kehamilan. Serat bermanfaat mencegah intoleransi glukosa, yakni suatu kondisi yang seringkali berujung pada diabetes gestasional. Dokter menyarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, seperti kacang hijau, bayam, pir, dan pisang. Selain itu, serat yang tinggi juga bisa ditemukan pada makanan berbahan biji-bijian, seperti beras merah dan oatmeal, dan kacang, seperti kacang hitam dan kacang merah.

Pilih makanan ringan yang sehat
Makanan ringan yang sehat penting bagi wanita yang tidak terbiasa dengan sarapan. Makanan ringan seperti yogurt di pagi hari dapat menggantikan nutrisi sarapan. Jadi, jika Anda belum terbiasa dengan makanan seperti sereal atau yang memiliki nafsu makan rendah akibat morning sickness, Anda bisa beralih ke makanan ringan. Jenis makanan yang disarankan yakni makanan rendah lemak, yogurt bebas lemak dengan buah, atau biskuit gandum dengan keju bebas lemak atau rendah lemak.

Mengkonsumsi vitamin prenatal dengan zat besi dan asam folat setiap hari
Asupan zat besi selama kehamilan dapat membantu menjaga darah tetap sehat. Asam folat membantu mencegah kondisi cacat lahir tertentu. Jika Anda tidak yakin mengenai vitamin prenatal yang baik dan cocok untuk Anda, konsultasikan dengan dokter atau perawat Anda.

Makan 8 sampai 12 ons makanan laut setiap minggu
Makanan laut seperti ikan dipercaya kaya akan asam omega-3. Omega-3 terbukti baik bagi perkembangan saraf bayi. Jadi, jangan lewatan makanan laut seperti, ikan dan kerang yang memiliki nutrisi yang baik untuk bayi. Makan berbagai makanan laut 2 atau 3 kali seminggu. Pilihan yang sehat meliputi: ikan salmon, sarden, udang, tuna kalengan, tuna putih (albacore) - tidak lebih dari 6 ons seminggu. Namun, hindari ikan dengan kandungan merkuri tinggi, terutama ikan todak, tilefish, hiu, dan king mackerel. Merkuri merupakan logam yang dapat menghambat perkembangan bayi.

Jauhi keju lunak dan daging untuk makan siang
Makanan sejenis ini mungkin memiliki bakteri di dalamnya yang dapat mengganggu perkembangan bayi. Jadi, jauhi makanan berupa ikan mentah, seperti sushi, keju lunak seperti feta, brie, dan keju kambing, daging mentah, makan siang berbahan daging dan hot dog, kecuali yang dipanaskan dengan sempurna sehingga bakteri yang mungkin ada pada daging mentah mati.

Membatasi kafein dan menghindari alkohol

Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat berakibat fatal bagi perkembangan bayi. Substansi ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan dan memiliki efek negatif terhadap perkembangan janin. Tidak hanya itu, mengonsumsi alkohol selama kehamilan juga bisa mengakibatkan berbagai kondisi cacat lahir. 
Kafein juga bisa memengaruhi kondisi perkembangan janin. Konsumsi kafein dalam dosis rendah tidaklah berbahaya. Namun, dalam dosis tinggi kafein bisa memacu detak jantung yang tentunya juga berpengaruh terhadap janin Anda. So, pastikan Anda membatasi konsumsi kafein dan menjauhi alkohol.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »